WHO ·
Lembar FaktaFact Sheet
· 6 Mei 20266 May 2026
Hantavirus
Kelompok virus yang dibawa tikus dan dapat menular ke manusia. Tanpa
pengobatan khusus, tanpa vaksin — pencegahan adalah kunci utama.
A group of viruses carried by rodents that can spread to humans. No
specific treatment, no vaccine — prevention is the only defense.
100k+
estimasi infeksi per tahun di seluruh dunia
estimated infections per year worldwide
50%
angka kematian HCPS di Amerika
case fatality rate for HCPS in the Americas
1–8
minggu masa inkubasi setelah terpapar
weeks incubation period after exposure
Jenis PenyakitDisease Types
Dua sindrom berbeda, berdasarkan wilayah
Two distinct syndromes, by region
🫁 HCPS — AmerikaAmericas
Hantavirus Cardiopulmonary Syndrome. Menyerang paru-paru dan jantung.
Berkembang cepat. Angka kematian hingga 50%.
Hantavirus Cardiopulmonary Syndrome. Attacks lungs and heart. Progresses
rapidly. Case fatality up to 50%.
🩸 HFRS — Eropa & AsiaEurope & Asia
Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome. Menyerang ginjal dan pembuluh
darah. Angka kematian <1–15%. Ribuan kasus per tahun di Asia
Timur.
Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome. Attacks kidneys and blood
vessels. Fatality rate <1–15%. Thousands of cases yearly in
East Asia.
Catatan: Virus Andes
Note: Andes Virus
Satu-satunya hantavirus yang terdokumentasi menular antar manusia adalah
Andes virus di Amerika Selatan (Argentina & Chile) — hanya pada kontak dekat dan berkepanjangan,
umumnya anggota keluarga serumah.
The only documented hantavirus with human-to-human transmission is Andes
virus in South America (Argentina & Chile) — only through close, prolonged contact, typically among
household members or intimate partners.
Cara PenularanTransmission
Dari tikus ke manusia
From rodents to humans
Virus menyebar melalui kontak dengan tikus terinfeksi. Tikus tidak terlihat sakit, namun
membawa dan menularkan virus seumur hidupnya.
The virus spreads through contact with infected rodents. Rodents show no signs of
illness but carry and shed the virus for life.
💨
Hirup aerosol
Inhale aerosol
Debu dari urin atau kotoran tikus yang mengering terhirup lewat udara — cara
penularan paling umum
Dried urine or droppings become airborne dust particles that are breathed in —
the most common route
👋
Kontak langsung
Direct contact
Menyentuh urin, kotoran, atau air liur tikus lalu menyentuh hidung atau mulut
Touching rodent urine, droppings, or saliva then touching nose or mouth
🐭
Gigitan tikus
Rodent bite
Lebih jarang terjadi dibanding paparan melalui debu atau kontak langsung
Less common than aerosol inhalation or direct contact routes
⚠️
Aktivitas berisiko tinggi
High-risk activities
Membersihkan gudang/loteng, berkemah, bertani, atau tinggal di hunian yang
diinfestasi tikus
Cleaning barns or cabins, camping, farming, or living in rodent-infested
dwellings
🍽️
Bagaimana dengan makanan? WHO tidak mencatat konsumsi makanan sebagai rute
penularan yang terdokumentasi. Namun, makanan yang terkontaminasi urin, liur, atau kotoran tikus terinfeksi
berpotensi membawa virus jika tertelan. Itulah mengapa menyimpan makanan dalam wadah tertutup
rapat termasuk dalam panduan pencegahan resmi WHO.
What about food? WHO does not list food consumption as a documented
transmission route. However, food contaminated with infected rodent urine, saliva, or droppings could
potentially carry the virus if consumed. This is why storing food in sealed containers is
part of WHO's official prevention guidelines.
GejalaSymptoms
Dimulai seperti flu biasa
Starts like a common flu
Gejala awal sulit dibedakan dari influenza, COVID-19, atau dengue. Riwayat paparan tikus
adalah kunci untuk mendiagnosis dengan tepat.
Early symptoms are hard to distinguish from influenza, COVID-19, or dengue. A history of
rodent exposure is the key diagnostic clue.
Demam tinggi mendadakSudden high feverAwalEarly
Sakit kepala dan nyeri otot parahSevere headache and muscle
achesAwalEarly
Mual, muntah, atau sakit perutNausea, vomiting, or abdominal
painAwalEarly
Batuk dan sesak napas (HCPS)Cough and shortness of
breath (HCPS)MemburukWorsening
Cairan di paru-paru, tekanan darah turun, syok (HCPS)Fluid in lungs, blood pressure crash, shock (HCPS)KritisCritical
Gagal ginjal dan gangguan perdarahan (HFRS)Kidney
failure and bleeding disorders (HFRS)KritisCritical
⚡ Berkembang sangat cepat
⚡ Rapid progression
HCPS bisa memburuk dari gejala ringan ke kondisi kritis hanya dalam
beberapa hari. Jika ada riwayat paparan tikus disertai demam dan sesak napas, segera pergi ke
fasilitas kesehatan terdekat.
HCPS can deteriorate from mild symptoms to a life-threatening condition within
days. If there is any history of rodent exposure combined with fever and breathing
difficulty, seek medical care immediately.
Pengobatan & DiagnosisTreatment & Diagnosis
Tidak ada obat atau vaksin khusus
No specific drug or vaccine yet
🔬 Cara mendiagnosisHow it's
diagnosed
Tes darah (antibodi IgM/IgG) dan RT-PCR untuk mendeteksi RNA virus. Diagnosis awal
sering terlewat karena mirip flu, pneumonia, atau leptospirosis.
Blood tests (IgM/IgG antibodies) and RT-PCR to detect viral RNA. Early diagnosis
is often missed because it resembles flu, pneumonia, or leptospirosis.
🏥 Cara merawatHow it's treated
Belum ada antiviral atau vaksin berlisensi. Dokter memberikan perawatan suportif:
pemantauan ketat dan penanganan komplikasi pernapasan, jantung, serta ginjal di ICU.
No licensed antiviral or vaccine exists. Doctors provide supportive care: close
monitoring and management of respiratory, cardiac, and kidney complications in ICU.
Kunci keselamatan
Key to survival
Masuk ICU lebih awal secara signifikan meningkatkan peluang selamat, terutama
pada kasus HCPS. Jangan tunda mencari pertolongan medis jika gejala mulai memburuk.
Early ICU admission significantly improves survival, especially for HCPS cases.
Do not delay seeking medical help if symptoms begin to worsen.
PencegahanPrevention
Kurangi kontak dengan tikus
Reduce contact with rodents
01
Jaga kebersihan rumah dan tempat kerja secara rutin
Keep homes and workplaces clean regularly
02
Tutup celah dan lubang yang bisa dimasuki tikus
Seal gaps and openings that allow rodents to enter
03
Simpan makanan dalam wadah tertutup rapat — cegah kontaminasi
oleh tikus
Store food in sealed containers — prevents rodent contamination
04
Jangan sapu kering atau vacuum kotoran tikus — basahi dulu dengan
disinfektan
Never dry sweep or vacuum rodent droppings — dampen with
disinfectant first
05
Gunakan masker dan sarung tangan saat membersihkan area bekas tikus
Wear a mask and gloves when cleaning areas with rodent activity
06
Cuci tangan dengan sabun setelah beraktivitas di luar atau area berisiko
Wash hands thoroughly with soap after outdoor or high-risk activities